Iklan 970x90

Cara Kerja Kapur Barus dan Dampaknya terhadap Hewan Pengerat

Zahra A.
Senin, April 20, 2026 WIB Last Updated 2026-04-20T11:50:54Z

Jakarta, Kompaspost.com - Kapur barus sering digunakan di banyak rumah di Indonesia. Biasanya kapur barus dipakai untuk mengurangi bau tidak sedap di lemari atau mencegah serangga seperti kecoa dan ngengat. Namun, tidak sedikit orang juga memanfaatkannya untuk mengusir tikus.


Di berbagai forum rumah tangga atau tips kebersihan rumah, kapur barus sering disebut sebagai cara untuk mengusir hewan pengerat. Cukup menaruh beberapa butir kapur barus di sudut ruangan, dapur, atau gudang.


Namun sebenarnya, bagaimana cara kerja kapur barus terhadap tikus? Apakah benar efektif? Dan apakah aman digunakan dalam jangka panjang?


Untuk memahami hal ini, kamu perlu mengetahui bagaimana kapur barus bekerja serta dampaknya terhadap hewan pengerat.


Apa Itu Kapur Barus?

Kapur barus adalah bahan padat berwarna putih yang mudah menguap di suhu ruangan. Di Indonesia, produk ini sering dijual dalam bentuk bulat kecil atau kotak.


Secara umum, kapur barus dibuat dari bahan kimia seperti:

  • Naphthalene

  • Paradichlorobenzene

Ketika diletakkan di ruangan terbuka, kapur barus perlahan berubah menjadi gas. Proses ini disebut sublimasi. Gas inilah yang menghasilkan aroma khas yang cukup kuat.


Aroma tersebut yang sering dianggap mampu mengusir berbagai jenis hama, termasuk tikus.


Cara Kerja Kapur Barus terhadap Tikus

Tikus memiliki indera penciuman yang sangat sensitif. Mereka menggunakan penciuman untuk mencari makanan, mengenali lingkungan, dan berkomunikasi dengan sesama tikus.


Ketika kapur barus diletakkan di suatu area, zat kimia yang menguap akan menghasilkan bau yang tajam. Bau tersebut dapat membuat tikus merasa tidak nyaman.


Beberapa reaksi yang biasanya terjadi pada tikus antara lain:

  • Tikus menghindari area dengan bau terlalu kuat

  • Aktivitas tikus berkurang di sekitar sumber aroma

  • Tikus mencari jalur lain yang lebih nyaman

Karena itulah, sebagian orang menganggap kapur barus bisa membantu mengusir tikus.


Namun, penting untuk dipahami bahwa kapur barus tidak membunuh tikus dan tidak selalu membuat tikus benar-benar pergi dari suatu bangunan.


Mengapa Kapur Barus Tidak Selalu Efektif?

Meskipun baunya cukup menyengat, penggunaan kapur barus sering kali hanya memberikan efek sementara.

Ada beberapa alasan mengapa metode ini tidak selalu efektif.


1. Tikus Bisa Beradaptasi

Hewan pengerat memiliki kemampuan beradaptasi yang cukup baik. Jika sumber makanan masih tersedia, tikus sering tetap bertahan meskipun ada aroma kapur barus. Seiring waktu, mereka bisa terbiasa dengan bau tersebut.


2. Aroma Cepat Menghilang

Kapur barus akan terus menguap hingga habis. Jika jumlah yang digunakan sedikit atau ruangan cukup besar, aroma akan cepat menyebar dan menjadi lebih lemah. Akibatnya, efeknya terhadap tikus juga semakin berkurang.


3. Tidak Mengatasi Sumber Masalah

Masalah tikus biasanya berkaitan dengan tiga hal utama:

  • Akses makanan

  • Tempat bersembunyi

  • Jalur masuk ke dalam bangunan

Kapur barus hanya mempengaruhi aroma di suatu area. Sementara itu, faktor utama yang menarik tikus tetap ada. Karena itu, metode ini sering tidak cukup untuk mengendalikan populasi tikus.


Dampak Kapur Barus terhadap Hewan Pengerat

Walaupun tidak selalu efektif sebagai pengusir tikus, kapur barus tetap memiliki dampak tertentu terhadap hewan pengerat.


1. Menyebabkan Ketidaknyamanan

Paparan aroma kapur barus dapat membuat tikus merasa tidak nyaman di area tertentu. Mereka cenderung menghindari lokasi dengan konsentrasi bau yang tinggi. Namun efek ini lebih bersifat sementara.


2. Risiko Jika Tertelan

Dalam beberapa kasus, tikus bisa saja menggigit atau memakan benda di sekitarnya, termasuk kapur barus. Jika tertelan dalam jumlah tertentu, zat kimia di dalamnya dapat berbahaya bagi hewan. Namun kondisi ini jarang menjadi metode pengendalian yang efektif.


3. Berpotensi Berbahaya bagi Lingkungan Rumah

Selain berdampak pada tikus, penggunaan kapur barus dalam jumlah besar juga perlu diperhatikan.

Gas yang dihasilkan dapat mempengaruhi kualitas udara di dalam ruangan. Jika digunakan terlalu banyak, aroma yang kuat juga bisa membuat penghuni rumah merasa tidak nyaman. Karena itu, penggunaan kapur barus sebaiknya tetap dilakukan dengan bijak.


Cara Mengendalikan Tikus Secara Lebih Efektif

Untuk mengurangi keberadaan tikus di rumah atau tempat usaha, pendekatan yang lebih menyeluruh biasanya memberikan hasil yang lebih baik.


Beberapa langkah yang bisa kamu lakukan antara lain:

  • Menutup celah atau lubang pada bangunan

  • Menyimpan makanan dalam wadah tertutup

  • Mengelola sampah dengan baik

  • Menjaga area dapur dan gudang tetap bersih

  • Menggunakan perangkap tikus jika diperlukan

Cara-cara ini membantu mengurangi alasan tikus untuk tinggal di suatu tempat.


Kapan Sebaiknya Menggunakan Jasa Profesional?

Jika tikus masih sering muncul meskipun berbagai cara sudah dilakukan, kemungkinan ada jalur masuk atau sumber masalah yang sulit ditemukan.


Dalam kondisi seperti ini, menggunakan jasa pengendalian hama profesional bisa menjadi pilihan yang lebih efektif.


Salah satu layanan yang dapat kamu pertimbangkan adalah Pestigo, penyedia jasa pest control yang melayani berbagai kebutuhan rumah maupun bisnis di Indonesia.


Tim Pestigo biasanya melakukan pemeriksaan area terlebih dahulu untuk mengetahui sumber masalah. Setelah itu, mereka menentukan metode pengendalian yang sesuai dengan kondisi bangunan.


Pendekatan ini tidak hanya fokus pada penanganan tikus yang sudah ada, tetapi juga membantu mencegah tikus datang kembali.


Layanan seperti ini banyak digunakan oleh berbagai jenis properti, seperti:

  • Rumah tinggal

  • Restoran dan kafe

  • Hotel

  • Perkantoran

  • Gudang penyimpanan

Dengan metode yang lebih terencana, penanganan tikus bisa dilakukan secara lebih efektif.

Komentar

Tampilkan

  • Cara Kerja Kapur Barus dan Dampaknya terhadap Hewan Pengerat
  • 0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Iklan